Sate Lalat Khas Pamekasan

Bila berkunjung sekaligus berlibur ke Pulau Madura tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner unik dari Kabupaten Pamekasan yang satu ini. Kabupaten yang diapit dua Kabupaten yaitu Sampang di sebelah barat dan Kabupaten Sumenep di sebelah timur ini memilik panganan kuliner yang beragam dan makyus.
Salah satunya adalah Sate Lalat

Sate lalat

Sate Lala’ bahasa Madura atau yang kerap disebut dengan Sate Laler. Meskipun namanya Sate Lalat tapi bahan yang digunakan sama sekali tidak menggunakan lalat. Kuliner unik yang satu ini disebut dengan Sate Lalat karena ukurannya yang kecil seukuran lalat. Ukurannya yang lebih kecil ini membuat kuliner khas asli Pamekasan tersebut berbeda dengan sate yang dijual pada umumnya.

Sate lalat ini dikembangkan dan dipopulerkan oleh orang Pamekasan sekitar 25 tahun hingga sekarang, orang pertama kali yang mengembangkan sate lalat ini adalah Bapak Ento, beliau asli Pamekasan. Bapak Ento berjualan dengan mengunakan alat-alat tradisional. Tidak menggunakan gerobak, tetapi menggunakan anyaman bambu lalu dipikul keliling kampung.
Sekarang para penjual Sate Lalat ini kerap menjual dagangannya di Pusat Makanan Niaga Kota Pamekasan. Pusat makanan rakyat Niaga berada dekat dengan Monumen Arek Lancor dan Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan. Di sepanjang jalan Niaga teman-teman sudah bisa menemukan banyak penjual Sate Lalat. Biasanya para penjual Sate Lalat ini mulai buka dari sore hari sampai malam hari. Selain ukurannya yang terbilang cukup kecil ada beberapa perbedaan antara Sate Lalat dan Sate pada umumnya.

Published by ningsitirahmah

saya adalah seorang ibu rumah yang sehari - hari banyak menghabiskan waktu di dapur mengolah masakan untuk anak - anak dan keluarga. Sejak pertengahan tahun 2009, saya mulai berkarir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perikanan Kab. Pamekasan. Namun kegiatan dapur tetap dijalanani dengan riang hati untuk buah hati saya di rumah. sebenarnya ingin sekali sejak lulus S1 Perikanan tahun 2004 membuka rumah makan khas madura

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started